Tentang
Cyber Avatar ( Supernova )
Kalau ditanya buku ini tentang apa, sungguh
sebenarnya saya tidak bisa jawab. Cyber avatar, kesadaran nonlokal, puisi-puisi
pujangga, rectoverso, perselingkuhan, persahabatan, cinta yang membebaskan,
pelacuran, bahkan percobaan Schrodinger pun ada dalam buku ini (Sakti, kan?).
Saya paling suka bagaimana Dee membuat suatu perselingkuhan sebagai sesuatu
yang dinilai bukan atas hakikat benar atau salah. Cara Dee menjelaskan orang
ketiga sungguh tidak akan membuat kita bisa menyalahkan siapa-siapa. Semata
hanya cinta, pada waktu, orang, dan kondisi yang tidak semestinya.
Lantas bagaimana dengan teori-teori dan
penjabaran sains yang banyak tertuang dalam buku ini? Justru disitulah seninya.
Tak banyak (bahkan mungkin tak ada, CMIIW) penulis yang bisa mengkolaborasikan
kisah cinta dengan fisika kuantum, namun dengan apik penulis idola saya ini
berhasil melakukannya. Dan walaupun ada beberapa (banyak) yang saya tidak
mengerti, saya dapat merasakan esensi dari pernyataan-pernyataan sains yang
terkandung. Meskipun banyak yang mengatakan novel ini kurang ‘membumi’, namun
saya jujur lebih suka istilah ‘menghargai intelektualitas pembaca’.
Ini bukan kisah cinta biasa, bukan kisah cinta
ecek-ecek dimana adinda-adalah-kekasih-kakanda-walau
aral-melintang-kan-ku-terjang. Kisah cinta prominen yang dirangkum secara jenius
dengan kata-kata yang mempesona, syair yang memikat, teori yang mencerahkan,
dan tokoh-tokoh yang membuat jatuh cinta. Jika kamu mengaku sebagai penggemar
Dee tapi belum pernah baca novel ini? Silahkan pintu exit ada di bagian kanan
depan. Malahan, jika kamu adalah penggemar sastra namun buku ini terlewatkan?
Maka kamu mungkin harus mencerna lagi apa yang kamu maksud dengan sastra. Dan
jika kamu adalah pembaca jurnal ilmiah, maka novel ini tidak kalah memberikan
ilmu dari apa yang kamu dapat dari springerlink atau sciencedirect.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar