Teknologi
Ramah Lingkungan
v RUMUSAN MASALAH

Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah kulit pisang memiliki potensi menjadi baterai ramah lingkungan ?
2. Apakah jenis kulit pisang berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku baterai kering?
v TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui apakah kulit pisang memiliki potensi menjadi baterai ramah lingkungan.
2. Mengetahui apakah jenis kulit pisang berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku
baterai kering.
v LATAR BELAKANG
Saat ini,sebagian besar kebutuhan
akan energi listrik dipenuhi oleh sumber energi yang kurang layak.Kebanyakan manusia jarang berpikir untuk mendaur ulang (recycle)
kebutuhan-kebutuhan yang sudah mereka konsumsi, melainkan mereka hanya membuang
limbahnya begitu saja,tanpa berfikir untuk memanfaatkannya.
Baterai adalah alat yang digunakan
untuk menyimpan energi listik.Baterai mengandung bebagai macam logam berat
seperti: merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium
dan kadmium. Namun baterai yang kita gunakan sehari-hari sangat
berbahaya.
Limbah kulit pisang
dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pasta pada
baterai. Cara membuat pasta dari kulit pisang cukup mudah dan pemanfaatan
limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta baterai sangat bermanfaat bagi
masyarakat.Baterai kering ramah lingkungan
ini dibuat untuk memanfaatkan kekayaan alam disekitar untuk mengurangi dampak
krisis energi.
v Alat dan bahan
Dalam pembuatan baterai kering dari
kulit pisang alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut :
Alat
1. Satu buah Basic meter
2. Dua buah pemegang lampu
3. Dua buah pemegang baterai
4. Dua buah bola lampu LED
5. Dua buah kabel penghubung
hitam
6. Dua buah kabel penghubung
merah
7. Satu buah pisau
8. Satu buah gunting
9. Satu batang lidi
Bahan
1. Dua buah baterai yang sudah mati
2. Kulit pisang Ambon dan Kepok,karena kulit pisang ini berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku baterai kering.
v Prosuder Pembuatan Baterai Kering
1. Membongkar 2 buah baterai bekas dengan gunting pada bagian penutup atas
(pada kutub positif baterai).
2. Mengeluarkan serbuk atau pasta
eletrolit yang ada didalam baterai .
3. Memotong kecil-kecil kulit pisang
Ambon dan Kepok.
4. Memasukan potongan kulit pisang
kedalam baterai masing-masing.
5. Menutup kembali bagian
penutup atas yang telah dibuka dengan rapat.
6. Menguji baterai yang telah diisi denga
kulit pisang Ambon dan Kepok dengan
Basic meter dan lampu LED
7.
Mengamati tegangan arus listrik pada baterai di Basic Meter
8. Mengamati lama kekuatan nyala lampu pada
masing-masing baterai
v DEFINISI
Kulit pisang
mempunyai potensi menjadi bahan dasar pembuatan baterai ramah lingkungan.Kulit pisang ini akan menghasilkan mineral seperti
magnesium (mg), garam sodium dan yang paling banyak adalah kalium, baik mg,
garam sodium dan kalium ini termasuk logam yang dapat menjadi penghantar
elektrolit yang kuat, yang berfungsi sebagai elektrolit (pengganti pasta pada baterai). Elektrolit inilah yang
nantinya akan menghasilkan arus listrik dalam batu baterai.
“do not waste bins around us, because
it's garbage, can
change the world”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar