LA
TAHZAN 3
Cinta
sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan
tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya
mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.
Kamu
tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya
itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta
rasa tanda tanya dihatinya.
Cinta
bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta
adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai
kesuciannya.
Bercinta
memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang
yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Jika
saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak
pernah hadir.
Cinta
sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Bukan
laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan
tidak pernah terluka, bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa
rindu dan cemburu.
Cinta
bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang
memerlukan. Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti
perjalanan hati nurani.
Kejarlah
cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya
cinta itu akan hadir.
Cinta
seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan
pergi bila ia menghampiri.
Cinta
pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang
seterusnya adalah satu keperluan karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan
tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu sebaik-baiknya
agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.
Kecewa
bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan
pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik
dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan
itu.
Hanya
diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai
seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur
hidup untuk melupakan seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar